banner 728x250

Konser Tunggal 20 Tahun Sammy Simorangkir Hadirkan Lagu Badai, Promotor Sebut Semua Proses Lisensi Sudah Dianggarkan

banner 120x600
banner 468x60

Dua dekade, satu panggung: Sammy pilih lagu yang paling “mewakili”

Jakarta—Sammy Simorangkir menggelar konser tunggal berjudul 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir (20SSS). Dalam persiapan menjelang konser yang akan digelar 13 Mei 2026, Sammy menyampaikan rencananya akan membawakan lagu-lagu ciptaan Badai.

Sammy menyebut alasan utamanya sederhana: ini konser untuk merayakan perjalanan musiknya selama dua puluh tahun. Jadi daftar lagu yang ia bawa di panggung adalah lagu yang punya keterkaitan dengan perjalanan itu—bukan sekadar pilihan yang dipilih karena sedang populer.

banner 325x300

“Jadi karena ini dua dekade perjalanan bermusik saya, memang dari promotor pasti request lagu-lagu yang pernah saya bawakan, itu sudah pasti,” ujarnya saat jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).

Sammy juga menambahkan bahwa sampai detik ini, suara dan lagu-lagunya masih diputar di radio. Ia merasa hal itu menjadi bukti bahwa karyanya tidak berhenti di masa tertentu, tetapi tetap hidup bersama pendengar.

Dengan durasi konser yang direncanakan sekitar 2,5 jam, Sammy ingin menyusun susunan lagu agar penonton bisa merasakan “alur” perjalanan kariernya. Bukan hanya suara yang tampil, tapi juga kenangan yang ikut terbawa dalam setiap lagu.

Penonton bisa menyiapkan diri: lokasi di Tennis Indoor Senayan

Promotor menjelaskan, konser 20SSS akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Lokasi ini dipilih karena mendukung kebutuhan pertunjukan berskala besar, baik dari sisi akustik maupun kenyamanan penonton.

Durasi konser sekitar 2,5 jam membuat acara ini akan terasa seperti perjalanan konser yang lengkap—bukan sekadar penampilan beberapa lagu lalu selesai. Dengan begitu, daftar lagu yang disiapkan punya ruang untuk tampil dengan ritme yang pas.

Untuk harga tiket, promotor menyebut mulai dari Rp800 ribu hingga Rp3 juta. Tiket dapat dibeli melalui guehadir.id. Rentang harga ini biasanya memudahkan fans yang ingin menyaksikan dari berbagai sudut pandang, sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Soal lagu dan hak cipta: Sammy tegaskan tetap mengikuti mekanisme

Saat pembicaraan mengarah pada penggunaan lagu-lagu ciptaan Badai, Sammy menegaskan bahwa aspek hak cipta bukan urusan belakang layar yang bisa diabaikan. Ia menyatakan penggunaan lagu akan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk pembayaran royalti sesuai ketentuan.

Sammy menempatkan ini sebagai bagian dari etika bermusik. Menurutnya, membawakan lagu orang lain di panggung tetap harus melalui jalur mekanisme yang benar. Ia menilai, ini penting agar industri musik berjalan sehat dan tidak merusak kerja para pihak yang membuat karya.

“Jadi sesuai mekanisme yang berlaku, penyelenggara telah membayarkan, akan membayarkan sesuai dengan arahan pemerintah,” tuturnya.

Pernyataan Sammy tersebut kemudian menjadi penegasan lanjutan dari sisi penyelenggara. Karena sebuah konser besar biasanya menghadapi banyak proses—bukan hanya teknis panggung, tetapi juga hal-hal administratif yang menyangkut penggunaan karya.

Promotor: clearance lagu dan performing rights harus dibayar

Dari pihak promotor, Dino Hamid memaparkan bahwa seluruh lagu yang akan dibawakan dalam konser disiapkan lewat proses perizinan. Ia menegaskan bahwa pihak penyelenggara memahami kewajiban performing rights.

Dino menyebut ada dasar aturan yang menguatkan bahwa lagu yang dibawakan dalam konteks komersial memang harus dibayar oleh penyelenggara. Ia menyatakan pihaknya tidak akan “mengambil jalan pintas” dalam hal lisensi.

“Sesuai dengan aturan dan undang-undang, memang PP 56 menyatakan bahwa lagu yang dibawakan dalam konteks komersial harus dibayarkan oleh penyelenggara,” kata Dino.

Menurut Dino, ketika promotor memahami hak performing, maka langkah berikutnya adalah melakukan clearance terhadap lagu-lagu yang ada dalam daftar setlist konser. Ia menyebut proses tersebut sudah dianggarkan, bukan hanya rencana yang disebut di depan.

Semua lagu dianggarkan untuk perizinan: bukan sekadar janji

Dino menambahkan bahwa proses clearance lagu adalah bagian yang sudah dipersiapkan sebelum konser berjalan. Ia menekankan bahwa pihaknya dan tim penyelenggara memastikan semua lagu yang masuk ke daftar penampilan “sudah pasti” melalui proses perizinan dan pembayaran hak cipta.

“Jadi clearance terhadap semua lagu yang dibawakan di konser nanti itu sudah pasti kita anggarkan dan memang secara aturan dibayarkan,” ujarnya.

Poin ini membuat perbincangan bergeser. Dari yang awalnya hanya membicarakan daftar lagu, kini publik juga diajak memahami struktur yang mengatur penggunaan lagu dalam konser.

Edukasi publik: royalti masuk lewat tiket yang dibeli penonton

Dalam penjelasan Dino, ada aspek edukasi yang ia tekankan. Ia mengatakan bahwa pembahasan royalti bisa dipahami sebagai sistem: sebagian pembayaran terjadi dari tiket yang dibeli penonton. Dino menyebut gagasan edukasinya, bahwa dua persen sudah dibayarkan oleh audiens melalui tiket yang dibeli.

Dengan begitu, promotor ingin mendorong persepsi yang lebih jelas: bukan hanya “penonton bayar tiket lalu artis tampil”, tapi ada lapisan ekosistem yang bekerja dalam industri musik. Ada hak yang harus ditunaikan dan ada prosedur yang memang disiapkan sejak awal.

“Jadi ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi bahwa memang dua persen itu sudah dibayarkan oleh audiens melalui tiket yang dibeli,” kata Dino.

Konser 20SSS dipromotori Enjoy Live Experience dan We Offer Wonders

Selain memaparkan aspek royalti, Dino juga menyebut konser ini dipromotori oleh Enjoy Live Experience bersama We Offer Wonders. Kerja sama seperti ini biasanya melibatkan pembagian peran mulai dari produksi hingga urusan distribusi informasi acara.

Sisi promotor juga menjadi penguat bahwa konser tunggal 20 tahun bukan proyek kecil. Dengan tempat konser yang besar dan durasi yang panjang, proses perizinan dan lisensi memang harus disiapkan secara menyeluruh.

Bagi penonton, hal-hal seperti ini kadang tidak terlihat. Tapi dari penjelasan pihak promotor, urusan lisensi disebut sudah “clear” sejak perencanaan awal.

“Jadi menurut saya kita sudah sangat clear bahwa kita mengikuti peraturan yang ada,” tambah Dino.

Kenapa lagu ciptaan Badai punya tempat di konser ini

Meski banyak diskusi soal prosedur hak cipta, Sammy tetap mengembalikan sorotan ke alasan artistik: lagu Badai menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Sammy tidak menampilkan lagu tersebut sekadar untuk variasi, melainkan karena lagu itu berkaitan dengan perjalanan musiknya.

Dalam dunia musik, lagu biasanya melekat dengan “masa” tertentu. Ada penggemar yang mendengarkan sejak awal, ada yang mengenal lewat radio, dan ada yang merasa lagu itu seperti soundtrack untuk fase hidup mereka.

Dengan memasukkan lagu-lagu Badai, konser ini diharapkan tidak hanya memanjakan penonton yang sudah lama, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya bisa tetap relevan bertahun-tahun.

Penonton diharapkan paham: konser besar tetap perlu tata kelola yang rapi

Dari sisi komunikasi publik, penegasan soal royalti dan lisensi bisa menjadi pesan penting. Ada kalanya di internet muncul perbincangan yang melupakan bahwa industri musik punya aturan. Konser seperti ini menunjukkan bahwa aturan tersebut bisa berjalan tanpa mengurangi rasa meriah.

Panggung tetap menjadi fokus utama, namun pengaturan hak cipta juga harus dipenuhi supaya semua pihak merasa aman dan nyaman dalam ekosistem industri.

Karena itu, pembahasan royalti bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari tata kelola konser.

Penutup: konser 13 Mei siap hadir dengan setlist dan proses yang sesuai aturan

Pada akhirnya, konser tunggal 20SSS menjadi perayaan perjalanan Sammy Simorangkir selama dua dekade. Ia memastikan akan membawakan lagu-lagu ciptaan Badai, dan dari pihak penyelenggara juga menegaskan bahwa semua proses perizinan serta pembayaran royalti sudah dilakukan sesuai ketentuan.

Konser ini dijadwalkan pada 13 Mei 2026 di Tennis Indoor Senayan, dengan tiket mulai Rp800 ribu. Dengan adanya penegasan dari Sammy dan promotor, publik mendapat gambaran bahwa konser tidak hanya soal penampilan, tetapi juga tentang kepatuhan terhadap hak cipta dan keseimbangan ekosistem musik.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan