Rencana pernikahan antara El Rumi dan Syifa Hadju akhirnya semakin jelas. Setelah sempat jadi teka-teki, keluarga kini mulai membuka sedikit demi sedikit detailnya ke publik.
Ahmad Dhani menjadi sosok yang pertama kali mengonfirmasi waktu pelaksanaan. Ia menyebut bahwa acara sakral tersebut akan digelar pada akhir April 2026.
Pernyataan itu sekaligus menepis berbagai spekulasi yang sebelumnya beredar luas. Dari isu setelah Lebaran hingga dugaan mundur ke bulan berikutnya, semuanya kini terjawab.
Dengan waktu yang semakin dekat, suasana jelang pernikahan pun mulai terasa. Banyak pihak menantikan bagaimana momen ini akan digelar.
Dua Lokasi, Dua Nuansa Berbeda
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keputusan untuk menggelar acara di dua kota. Jakarta dan Bali dipilih sebagai lokasi utama perayaan.
Jakarta akan menjadi tempat salah satu rangkaian acara formal, sementara Bali dipilih untuk menghadirkan suasana berbeda. Kombinasi ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan.
Konsep dua lokasi ini juga bukan hal yang biasa. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasangan ini ingin menghadirkan pernikahan yang tidak monoton.
Meski begitu, keputusan ini bukan datang dari keluarga besar. Dhani menegaskan bahwa semua pilihan berada di tangan El dan Syifa sebagai pihak utama.
Peran Ahmad Dhani yang Tak Terlalu Dominan
Di balik pernikahan besar ini, ternyata Dhani tidak mengambil peran utama dalam penyelenggaraan. Ia bahkan mengaku tidak tahu banyak soal detail acara.
Dengan gaya santainya, Dhani mengatakan bahwa dirinya hanya diminta membantu dari sisi finansial. Ia tidak terlibat dalam konsep maupun perencanaan teknis.
Hal ini cukup berbeda dengan pernikahan sebelumnya di keluarga mereka yang dikenal megah. Kali ini, kontrol penuh berada di tangan pasangan yang akan menikah.
Dhani juga sempat berkelakar bahwa tanpa keterlibatannya secara langsung, acara tersebut mungkin tidak akan terlalu “royal”.
Bocoran Konsep yang Mulai Terkuak
Walau sebagian besar masih dirahasiakan, beberapa bocoran sempat muncul. Salah satunya adalah penggunaan adat Jawa dalam prosesi akad.
Konsep ini disebut akan mencakup rangkaian tradisional seperti pengajian, akad, dan resepsi. Namun, tidak semua prosesi adat akan dihadirkan secara lengkap.
Keputusan untuk mengusung adat Jawa dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi keluarga. Sekaligus, ini memberi nuansa sakral pada acara tersebut.
Meski begitu, detail lengkapnya masih belum diungkap. Hal ini membuat publik semakin penasaran dengan hasil akhirnya.
Dukungan Keluarga dan Cerita di Baliknya
Di tengah persiapan yang semakin matang, dukungan keluarga menjadi bagian penting. Dari pihak Syifa, sang ibu bahkan sempat menyampaikan pesan haru menjelang hari pernikahan.
Sementara itu, keluarga El juga menunjukkan dukungan penuh, meski tidak terlibat langsung dalam teknis acara. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan kedua keluarga berjalan baik.
Perjalanan cinta mereka sendiri bisa dibilang cukup cepat, namun penuh keseriusan. Sejak awal kedekatan, keduanya sudah menunjukkan arah hubungan yang jelas.
Kini, semua proses itu akan bermuara pada satu momen penting: pernikahan. Dengan persiapan yang hampir selesai, hari bahagia tersebut tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terjadi.













