Washington, D.C. – Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan karena perannya yang tak biasa di lingkaran pemerintahan Presiden Donald Trump, Elon Musk akhirnya resmi mengurangi keterlibatannya di Gedung Putih. Pria di balik perusahaan raksasa seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan X (Twitter) ini telah mengambil langkah untuk mundur secara fisik dari tugas-tugasnya sebagai kepala Department of Government Efficiency (DOGE), namun tetap mempertahankan peran strategisnya.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, yang menjelaskan bahwa meskipun Musk sudah tidak hadir secara langsung di Gedung Putih, ia masih aktif berkoordinasi dari jauh. “Daripada bertemu dengan dia secara fisik, saya bicara di telepon, tapi dampaknya sama saja,” ujar Wiles dalam sebuah pernyataan kepada media. Ia juga menekankan bahwa tim DOGE yang dibentuk oleh Musk tetap bekerja seperti biasa di dalam kompleks Gedung Putih.
DOGE adalah inisiatif unik yang diluncurkan oleh Presiden Trump untuk memperbaiki efisiensi birokrasi dan memangkas pengeluaran pemerintah yang dianggap tidak efektif. Musk dipilih langsung untuk memimpin departemen ini karena rekam jejaknya dalam membangun perusahaan disruptif dan budaya kerja berkecepatan tinggi.
Selama beberapa bulan, Musk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Ia menghadiri rapat kabinet, memberikan pengarahan langsung di Ruang Oval, dan bahkan beberapa kali ikut terbang bersama Trump di pesawat Air Force One, kadang ditemani oleh anaknya yang masih kecil. Kiprah ini menambah panjang daftar aktivitas Musk yang tampaknya tak pernah tidur.
Namun, semuanya berubah saat Tesla menunjukkan tanda-tanda kesulitan. Pada kuartal pertama tahun 2025, Tesla mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 9% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan otomotif anjlok 20%, dan laba bersih terpangkas drastis hingga 71%, menyisakan hanya USD 409 juta. Situasi ini membuat Musk memutuskan untuk kembali fokus ke Tesla.
“Sekarang setelah pekerjaan utama mendirikan Departemen Efisiensi Pemerintah selesai, saya mengalokasikan lebih banyak waktu untuk Tesla,” ujar Musk dalam pernyataannya. Ia menyebutkan bahwa mulai bulan Mei, alokasi waktunya untuk DOGE akan “turun drastis,” meskipun dia masih akan tetap terlibat satu hingga dua hari per minggu.
Langkah ini menimbulkan beragam reaksi. Para pengamat politik menyebut keputusan Musk sebagai langkah realistis, mengingat tantangan yang sedang dihadapi Tesla di tengah kompetisi global mobil listrik yang semakin sengit. Di sisi lain, beberapa pihak mempertanyakan apakah DOGE dapat bertahan dengan efektivitas yang sama tanpa kehadiran langsung sang pendiri.
Meski begitu, Wiles menegaskan bahwa DOGE tidak akan kehilangan arah. “Orang-orang yang melakukan pekerjaan ini ada di sini untuk melakukan hal-hal baik dan memperhatikan detailnya. Ia akan mundur sedikit, tapi jelas tidak meninggalkannya,” katanya.
DOGE memang belum menunjukkan angka konkret terkait efisiensi atau penghematan anggaran, namun semangat reformasi birokrasi yang dibawa Musk disebut tetap relevan. Dengan Musk yang kini berada di balik layar, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah tim DOGE dapat tetap menjalankan misi besarnya tanpa kehadiran fisik tokoh yang selama ini jadi motor penggeraknya?
Yang pasti, ini bukan akhir dari peran Elon Musk dalam urusan negara. Dengan satu kaki masih tertanam di Washington dan satu kaki lainnya kembali ke Silicon Valley, Musk tetap menjadi figur unik yang menjembatani dunia bisnis teknologi dan politik. Dan seperti biasa, dunia akan terus mengamati setiap langkahnya.
