banner 728x250
Berita  

Ammar Zoni Terjerat Kasus Narkoba Lagi: Dari Artis ke Jeruji Besi

banner 120x600
banner 468x60

Kembali ke Sorotan Publik

Mantan artis Ammar Zoni kembali menjadi perbincangan hangat setelah terlibat dalam peredaran narkoba di Rutan Salemba. Kasus ini mencuat pada 9 Oktober 2025, ketika pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mengungkapkan bahwa Ammar terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba jenis sabu dan tembakau sintetis. Keterlibatannya ini semakin mengejutkan mengingat ia sedang menjalani masa hukuman terkait kasus narkoba sebelumnya.

Agung Irawan, Plt Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat, mengonfirmasi bahwa ada enam tersangka yang terlibat dalam kasus ini, termasuk Ammar Zoni. “Kami menemukan bahwa mereka memperoleh narkoba dari Ammar, yang diduga mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang di luar rutan,” jelas Agung dalam konferensi pers.

banner 325x300

Penyelidikan yang Mendalam

Penyelidikan kasus ini dimulai setelah pihak rutan curiga dengan aktivitas penghuni. Kecurigaan ini membawa pada tindakan penggeledahan, yang kemudian mengungkapkan adanya narkoba di kamar beberapa tersangka. “Kami menemukan sabu dan tembakau sintetis yang disimpan di kamar mereka,” tambah Agung.

Dari hasil penyelidikan, Ammar Zoni berperan sebagai penampung narkoba dari luar rutan. Ia berkomunikasi dengan pemasok menggunakan ponsel dan aplikasi Zangi untuk mengatur distribusi narkoba di dalam rutan. “Ini menunjukkan bahwa meskipun di dalam penjara, Ammar masih dapat menjalankan aktivitas ilegal,” ungkap Agung.

Rincian Jaringan Narkoba

Dalam kasus ini, Ammar Zoni berfungsi sebagai penghubung antara pemasok narkoba dari luar rutan dan para penerima di dalamnya. Tersangka lain juga terlibat sebagai distributor narkoba di dalam rutan. “Kami sudah mengidentifikasi peran masing-masing tersangka dalam jaringan ini,” tegas Agung.

Transaksi narkoba dilakukan dengan cara yang cukup canggih, menunjukkan bahwa meskipun berada di dalam tahanan, para tersangka masih mampu melakukan aktivitas ilegal. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap semua yang terlibat dalam jaringan ini,” kata Agung.

Tindakan Penegakan Hukum

Setelah mengumpulkan bukti yang cukup, pihak rutan segera menangkap para tersangka dan membawanya ke Polsek Cempaka Putih untuk penyidikan lebih lanjut. “Kami tidak akan mentolerir tindakan kriminal seperti ini, baik di dalam maupun di luar rutan,” ungkap Agung.

Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang, terutama karena Ammar Zoni memiliki riwayat kasus narkoba sebelumnya. Pada Desember 2023, ia ditangkap dengan barang bukti empat paket sabu dan satu paket ganja. “Kami akan memastikan bahwa kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Agung.

Reaksi Publik dan Media

Berita tentang keterlibatan Ammar Zoni dalam peredaran narkoba di rutan langsung mengundang perhatian publik dan media. Banyak yang merasa kecewa dan terkejut, mengingat ia adalah sosok yang pernah memiliki banyak penggemar. “Ini sangat mengecewakan. Seharusnya ia bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkap seorang pengamat sosial.

Media pun mulai mengangkat kembali perjalanan karier Ammar Zoni, dari seorang artis yang terkenal hingga terjebak dalam dunia narkoba. “Kasus ini menunjukkan betapa sulitnya bagi seseorang untuk keluar dari jeratan narkoba,” tulis salah satu portal berita.

Dampak Hukum yang Mengancam

Dalam kasus ini, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jika terbukti bersalah, mereka dapat menghadapi hukuman penjara yang berat. “Kami akan berupaya untuk menegakkan hukum yang tegas dalam kasus ini,” ungkap Agung.

Ammar Zoni, yang sebelumnya sudah menjalani hukuman, kini harus menghadapi kemungkinan hukuman tambahan. “Kita harus ingat bahwa tidak ada tempat bagi pelanggar hukum di negara ini,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Kasus ini juga bisa menjadi titik balik bagi Ammar Zoni untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki diri. “Kami ingin melihat perubahan positif, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya,” ungkap seorang pengamat.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah peredaran narkoba di dalam rutan. “Ini adalah tantangan bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam memberantas narkoba,” tambahnya.

Pelajaran untuk Semua Pihak

Kasus peredaran narkoba yang melibatkan Ammar Zoni di Rutan Salemba menjadi pengingat bahwa masalah narkoba masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Meskipun sudah menjalani hukuman, Ammar tampaknya masih terjerat dalam masalah yang sama, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sistem rehabilitasi di dalam rutan.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik di dalam rutan maupun di luar. Narkoba adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan tegas,” tutup Agung.

Dengan demikian, diharapkan adanya perubahan dan perbaikan dalam sistem yang ada, sehingga kasus serupa tidak terulang di masa mendatang. Masyarakat menunggu dengan harapan agar keadilan ditegakkan dan semua pelaku yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal.

banner 325x300