banner 728x250

Elon Musk Ajukan Akuisisi OpenAI Senilai Rp 1.500 Triliun, Ditolak Sam Altman

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Konsorsium investor yang dipimpin oleh Elon Musk mengajukan tawaran akuisisi OpenAI senilai USD 97,4 miliar atau sekitar Rp 1.592 triliun untuk mengambil alih perusahaan di balik ChatGPT. Namun, tawaran ambisius tersebut langsung mendapat penolakan keras dari CEO dan co-founder OpenAI, Sam Altman.

Menurut laporan The Wall Street Journal, tawaran ini diajukan untuk mengambil alih divisi non-profit OpenAI. Pengacara Musk, Mark Toberoff, mengonfirmasi bahwa konsorsium tersebut berupaya mengembalikan OpenAI ke arah open source dengan fokus pada aspek keamanan, sebagaimana diungkapkan melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh BBC pada Selasa (11/2/2025).

banner 325x300

Perselisihan yang Semakin Memanas

Usulan akuisisi ini menambah babak baru dalam konflik yang telah lama terjadi antara Elon Musk dan Sam Altman. Keduanya mendirikan OpenAI pada tahun 2015 sebagai perusahaan nirlaba dengan misi mengembangkan kecerdasan buatan demi kepentingan umat manusia. Namun, hubungan antara Musk dan Altman mulai renggang setelah Musk meninggalkan direksi pada tahun 2018.

Saat ini, Altman tengah berupaya mengubah struktur OpenAI dari perusahaan nirlaba menjadi for-profit untuk mengamankan dana yang lebih besar guna mengembangkan teknologi AI. Langkah ini mendapat protes, bahkan gugatan, dari Musk yang menilai bahwa perubahan tersebut menyimpang dari misi awal pendirian OpenAI.

Tawaran dan Kontra-Tawaran yang Mengejutkan

Tawaran yang diajukan oleh Musk, meskipun besar, masih jauh lebih rendah daripada valuasi OpenAI yang mencapai USD 157 miliar pada putaran pendanaan terakhir pada Oktober 2024. Dalam respons yang penuh canda namun tajam, Sam Altman menolak tawaran tersebut melalui postingan di platform X (Twitter), dengan mengatakan,
“Tidak terima kasih, tapi kami akan membeli Twitter senilai USD 9,74 miliar jika Anda mau.”

Dukungan Investor dan Implikasi Masa Depan

Upaya Musk untuk mengambil alih OpenAI mendapat dukungan dari inisiatif xAI serta sejumlah pemodal seperti Baron Capital Group dan Valor Management. Mereka meyakini bahwa kepemimpinan Musk akan lebih efektif dalam melindungi dan mengembangkan teknologi OpenAI agar kembali berfokus pada prinsip open source dan keamanan.

Di sisi lain, OpenAI berargumen bahwa transformasi ke status for-profit merupakan langkah strategis untuk mengamankan pendanaan yang dibutuhkan guna menciptakan model AI terbaik. Perdebatan ini menggambarkan betapa besar potensi dan tekanan yang mengelilingi masa depan kecerdasan buatan, serta menandai pergeseran signifikan dalam dinamika industri teknologi global.

Penutup

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Elon Musk atau OpenAI mengenai langkah selanjutnya. Perselisihan antara Musk dan Altman ini terus menarik perhatian dunia, mencerminkan ketegangan antara visi inovasi terbuka dengan kebutuhan pendanaan yang semakin besar dalam pengembangan teknologi AI.

banner 325x300