Perubahan Fisik yang Terasa Signifikan

Kehamilan membawa banyak perubahan bagi kehidupan seorang perempuan, termasuk bagi Amanda Manopo. Di masa trimester ketiga, ia mulai merasakan dampak besar pada tubuhnya.

Dalam sebuah obrolan santai di podcast bersama Sara Wijayanto, Amanda mengungkap bahwa berat badannya meningkat cukup drastis selama masa kehamilan.

Ia menyebut angka kenaikan tersebut mencapai 26 kilogram, sebuah perubahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hal ini tentu membuatnya harus beradaptasi dengan kondisi baru.

Meski terlihat biasa bagi sebagian orang, bagi Amanda perubahan tersebut cukup memengaruhi rasa percaya dirinya.

Rasa Insecure yang Muncul Perlahan

Amanda tidak menampik bahwa ia sempat merasa tidak nyaman dengan penampilannya. Perubahan tubuh yang cepat membuatnya harus menerima kondisi yang berbeda dari sebelumnya.

Ia bahkan mengaku sempat merasa kurang percaya diri saat melihat dirinya di cermin. Perasaan itu datang tanpa diundang, terutama ketika ia membandingkan dirinya dengan kondisi sebelum hamil.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum dialami oleh ibu hamil, terutama ketika perubahan terjadi dalam waktu singkat. Namun, tetap saja, menghadapi hal tersebut bukan sesuatu yang mudah.

Meski demikian, Amanda mencoba memahami bahwa fase ini adalah bagian dari proses alami kehamilan.

Penyesuaian dalam Aktivitas Sehari-hari

Selain perubahan bentuk tubuh, Amanda juga harus menyesuaikan kebiasaan sehari-harinya. Hal sederhana seperti memilih alas kaki kini menjadi tantangan tersendiri.

Ia mengaku tidak lagi leluasa memakai sepatu seperti dulu. Saat ini, sandal jepit menjadi pilihan paling nyaman untuk menunjang aktivitasnya.

Tak hanya itu, ukuran pakaian juga berubah cukup signifikan. Dari yang sebelumnya menggunakan ukuran kecil, kini ia harus beralih ke ukuran yang jauh lebih besar.

Perubahan ini membuatnya semakin sadar bahwa tubuhnya sedang mengalami fase yang tidak biasa.

Dukungan dari Orang Terdekat

Di tengah berbagai perubahan tersebut, Amanda bersyukur memiliki lingkungan yang suportif. Sosok suami, Kenny Austin, disebut menjadi salah satu sumber kekuatan terbesarnya.

Dukungan dari pasangan membuatnya lebih mudah menerima kondisi yang sedang dijalani. Hal ini sangat membantu dalam menjaga kesehatan mentalnya.

Ia merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa kehamilan yang penuh tantangan ini. Dukungan emosional menjadi hal yang sangat penting.

Dengan adanya support system yang kuat, Amanda perlahan bisa mengurangi rasa insecure yang sempat ia rasakan.

Perubahan Emosi yang Tak Terduga

Tak hanya fisik, Amanda juga merasakan perubahan dari sisi emosional. Ia mengaku menjadi lebih sensitif dibanding sebelumnya.

Hal-hal kecil yang dulu mungkin tidak berarti, kini bisa membuatnya tersentuh bahkan menangis. Kondisi ini cukup sering terjadi selama kehamilan.

Ia sendiri menyadari bahwa perubahan hormon memiliki peran besar dalam kondisi tersebut. Meski begitu, ia tetap berusaha mengontrol emosinya.

Pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan baru yang ia jalani sebagai calon ibu.