banner 728x250

Drama TikTok di Amerika Berakhir, AS dan China Resmi Capai Kesepakatan

TikTok Terhindar dari Larangan, AS dan China Sepakati Aturan Baru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, 16 September 2025 — Setelah berbulan-bulan tarik ulur, TikTok akhirnya mendapatkan titik terang di Amerika Serikat. Aplikasi milik ByteDance itu terhindar dari ancaman pelarangan total setelah Washington dan Beijing mengumumkan tercapainya kesepakatan kerangka atau framework deal mengenai kepemilikan dan pengelolaannya.

Sejak awal tahun, TikTok berada dalam situasi sulit. Pemerintah AS menilai aplikasi asal China ini berisiko terhadap keamanan nasional karena kemungkinan akses data oleh pihak asing. Undang-undang yang disahkan pada masa Presiden Joe Biden mewajibkan ByteDance melepas kendali TikTok kepada perusahaan berbasis di AS. Donald Trump yang kembali menjabat sebagai Presiden awal 2025 sempat tiga kali menunda larangan demi memberi ruang negosiasi. Tenggat terakhir semestinya jatuh pada 17 September, tetapi situasi berubah setelah adanya kesepakatan baru.

banner 325x300

Isi Kesepakatan

Dalam konferensi pers di Madrid, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kesepakatan ini menjadi jalan keluar bagi kedua pihak. TikTok akan tetap beroperasi di Amerika, namun kepemilikannya akan dialihkan ke mitra lokal. Ia menolak membuka detail komersial, tetapi memastikan syarat utama telah disetujui.

Aspek yang paling rumit adalah algoritma dan data pengguna. Menurut pejabat China Wang Jingtao, kedua negara sepakat algoritma TikTok tetap berada di bawah lisensi hak kekayaan intelektual. Dengan begitu, teknologi inti tidak sepenuhnya dilepas, tetapi digunakan sesuai perjanjian yang disepakati bersama.

Bessent menambahkan, data pengguna di Amerika akan sepenuhnya ditangani oleh perusahaan lokal dengan standar keamanan ketat. Washington menekankan perlindungan data, sementara Beijing menyoroti pentingnya karakteristik budaya dalam aplikasi yang mereka anggap sebagai bagian dari kekuatan lunak atau soft power.

Langkah Berikutnya

Kesepakatan kerangka ini belum final. Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan melakukan panggilan telepon akhir pekan ini untuk meresmikan detail akhir. Trump sudah menunjukkan sikap positif. Dalam unggahan di Truth Social, ia menyebut kesepakatan ini akan menyelamatkan aplikasi yang sangat digemari anak muda Amerika dan membuat mereka lega karena tetap bisa menggunakannya.

Tahap selanjutnya adalah menentukan perusahaan Amerika mana yang akan resmi mengambil alih kepemilikan. Beberapa nama besar disebut telah berminat, namun keputusan akhir kemungkinan melibatkan persetujuan Kongres.

Sejarah Panjang Ketegangan

Kisah pelik TikTok di Amerika bermula dari kekhawatiran soal data. Undang-undang di China memungkinkan pemerintah meminta akses ke data perusahaan domestik, sehingga Washington menilai ada potensi kebocoran informasi pengguna. Selain itu, algoritma TikTok yang sangat berpengaruh dalam menentukan konten juga dianggap bisa menjadi alat propaganda.

Pada Januari 2025, sehari setelah Trump kembali dilantik, TikTok sempat diblokir secara nasional. Aplikasi dihapus dari App Store dan Play Store. Namun tidak lama, Trump memberi perpanjangan pertama dengan tenggat baru pada April. Dua kali perpanjangan berikutnya kembali diberikan hingga September.

TikTok tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kehidupan digital masyarakat Amerika. Lebih dari 170 juta orang menggunakannya setiap bulan. Popularitasnya bahkan menyentuh Trump yang memiliki jutaan pengikut di aplikasi tersebut. Alasan itu pula yang membuat larangan total selalu ditunda.

Penutup

Kini, dengan kesepakatan kerangka yang diumumkan, jalan menuju penyelesaian semakin jelas. Finalisasi perjanjian, penunjukan mitra lokal, dan pengesahan dari Kongres akan menjadi penentu langkah selanjutnya. Jika semua berjalan sesuai rencana, TikTok akan tetap hadir di Amerika dengan wajah baru di bawah kendali perusahaan lokal.

Kesepakatan ini bukan sekadar bisnis, tetapi juga mencerminkan bagaimana politik dan teknologi berkelindan di era digital. Amerika berfokus pada keamanan nasional, sementara China menekankan nilai budaya. TikTok menjadi panggung tempat dua kepentingan besar dunia bertemu, sekaligus simbol kompromi di tengah rivalitas global.

banner 325x300