banner 728x250

Di Balik Gunung Es Arktik, Dunia Menyimpan “Cadangan Terakhir” Jika Perang dan Krisis Pangan Terjadi

Svalbard Global Seed Vault
banner 120x600
banner 468x60

https://rendahmag.com/_next/image?q=75&url=https%3A%2F%2Fcdn.sanity.io%2Fimages%2Fq8z2vf2k%2Fproduction%2Ffe5e950a9ecb0689990852bf2d972cc200ebe9b2-875x510.webp&w=3840

https://static.euronews.com/articles/stories/06/48/55/98/808x608_cmsv2_e6dddcd8-6104-5a77-b3a7-58d9479a64c3-6485598.jpg
4

Di ujung utara planet ini, jauh dari kota besar, jauh dari jalur perdagangan, dan tersembunyi di dalam gunung batu Arktik, terdapat sebuah fasilitas yang menyimpan masa depan pangan manusia.

Tempat itu dikenal sebagai Svalbard Global Seed Vault. Banyak orang menjulukinya “Gudang Kiamat”, karena fungsinya sebagai cadangan terakhir benih tanaman dunia jika terjadi bencana global.

banner 325x300

Gudang ini berada di Pulau Spitsbergen, wilayah Kepulauan Svalbard yang dikelola Norwegia. Lokasinya sangat terpencil, hanya sekitar 1.300 kilometer dari Kutub Utara. Lingkungan di wilayah ini hampir selalu tertutup salju dan memiliki suhu yang sangat rendah sepanjang tahun.

Justru kondisi ekstrem inilah yang membuat wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi penyimpanan benih terbesar di dunia.

Mengapa Dunia Menyimpan Benih di Kutub Utara

Svalbard Global Seed Vault mulai beroperasi pada tahun 2008. Fasilitas ini dibangun sebagai sistem cadangan bagi ribuan bank gen tanaman yang tersebar di seluruh dunia.

Bank gen merupakan tempat penyimpanan benih yang bertujuan menjaga keanekaragaman tanaman pangan. Koleksi tersebut sangat penting bagi penelitian pertanian, terutama untuk mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit, hama, dan perubahan iklim.

Namun bank gen juga menghadapi berbagai risiko. Konflik bersenjata, bencana alam, kerusakan fasilitas, hingga kegagalan listrik dapat menghancurkan koleksi benih yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun.

Karena itulah dibuat sistem cadangan global. Setiap negara dapat mengirim salinan benih koleksi mereka ke Svalbard. Benih tersebut disimpan sebagai cadangan jika suatu saat koleksi asli hilang.

Lebih dari 1,2 Juta Benih Tersimpan

Seiring waktu, jumlah koleksi di fasilitas ini terus bertambah. Hingga saat ini, lebih dari 1,2 juta sampel benih telah tersimpan di dalamnya.

Benih tersebut mewakili berbagai tanaman penting bagi manusia, seperti padi, gandum, jagung, kentang, kacang-kacangan, hingga tanaman pangan lokal dari berbagai negara.

Dalam pengiriman terbaru, lebih dari 45 ribu sampel benih tambahan dikirim ke fasilitas tersebut oleh 13 bank gen dari berbagai wilayah dunia.

Beberapa negara yang berpartisipasi berasal dari Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Australia. Irak dan Uruguay bahkan untuk pertama kalinya mengirim koleksi benih mereka ke Svalbard.

Penambahan ini semakin memperkuat peran fasilitas tersebut sebagai pusat cadangan keanekaragaman tanaman dunia.

Dibangun untuk Bertahan dari Bencana Global

Svalbard Global Seed Vault dirancang dengan standar keamanan yang sangat tinggi. Gudang penyimpanan dibangun sekitar 120 meter di dalam gunung batu yang stabil secara geologis.

Wilayah tersebut berada di zona permafrost, yaitu tanah beku permanen yang tidak mencair sepanjang tahun. Suhu alami lingkungan membantu menjaga kondisi penyimpanan tetap dingin bahkan jika sistem listrik mengalami gangguan.

Di dalam fasilitas, suhu dijaga sekitar minus 18 derajat Celsius. Benih disimpan dalam kemasan kedap udara untuk memperpanjang masa simpan.

Kombinasi lokasi terpencil, suhu rendah, serta struktur bangunan yang kuat membuat fasilitas ini dirancang untuk bertahan dari berbagai ancaman. Termasuk bencana alam besar hingga gangguan geopolitik.

Pernah Digunakan Saat Krisis Nyata

Meski sering disebut sebagai fasilitas untuk menghadapi skenario terburuk, gudang ini pernah digunakan dalam situasi nyata.

Saat konflik bersenjata melanda Suriah, sebuah pusat penelitian pertanian di negara tersebut kehilangan sebagian besar koleksi benihnya. Fasilitas penelitian itu rusak akibat perang.

Namun sebelumnya, sebagian benih koleksi tersebut telah disimpan sebagai cadangan di Svalbard.

Salinan benih itu kemudian diambil kembali dan digunakan untuk membangun ulang bank gen tanaman di kawasan Timur Tengah. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa sistem cadangan global tersebut benar-benar memiliki fungsi penting.

Menghadapi Ancaman Masa Depan

Para ilmuwan menilai ketahanan pangan dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Perubahan iklim menyebabkan kondisi cuaca semakin tidak menentu. Kekeringan panjang, banjir ekstrem, serta suhu panas yang meningkat dapat merusak produksi pertanian di berbagai wilayah.

Di sisi lain, konflik geopolitik juga dapat mengganggu sistem distribusi pangan global. Gangguan terhadap rantai pasok makanan dapat memicu krisis pangan di berbagai negara.

Dalam kondisi seperti itu, menjaga keanekaragaman genetik tanaman menjadi sangat penting. Variasi genetik memungkinkan ilmuwan menciptakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem.

Benih yang tersimpan di Svalbard dapat menjadi sumber penting bagi penelitian tersebut.

Brankas Masa Depan Peradaban

Bagi sebagian ilmuwan, Svalbard Global Seed Vault adalah salah satu proyek kerja sama internasional paling penting dalam bidang ketahanan pangan.

Di balik pintu baja yang tertanam di gunung Arktik, jutaan benih kecil tersimpan rapi di dalam kotak penyimpanan.

Setiap benih mewakili kemungkinan. Kemungkinan bahwa suatu hari manusia mungkin harus membangun kembali sistem pertanian dari awal.

Dan jika saat itu benar-benar datang, dunia telah menyiapkan cadangannya di tempat yang paling dingin dan terpencil di planet ini.

banner 325x300