
Desain Besar yang Tidak Biasa
Kalau melihat motor ini untuk pertama kali, kesan paling kuat adalah ukurannya. Benelli Zafferano 250 bukan tipe skutik yang ramping atau minimalis. Justru sebaliknya, bodinya besar, lebar, dan terlihat “penuh”. Buat sebagian orang, tampilannya terasa terlalu berani. Tapi di sisi lain, justru di situlah daya tariknya.
Desain depan dilengkapi windshield tinggi yang langsung memberi kesan motor touring. Tidak banyak skutik yang punya fitur seperti ini di kelasnya saat itu. Jadi sejak awal, Zafferano memang tidak dibuat untuk sekadar wara-wiri di dalam kota.
Lampu depan yang lebar dan posisi bodi yang tinggi membuat motor ini terlihat gagah. Bahkan saat berhenti di lampu merah, auranya sudah berbeda dibanding skutik lain. Ada kesan “motor besar” yang sulit disembunyikan.
Banyak yang dulu menganggap desainnya terlalu aneh. Tapi sekarang, ketika tren motor unik mulai naik, justru model seperti ini mulai dianggap menarik lagi.
Mesin 250 cc yang Tidak Main-Main
Masuk ke bagian mesin, Zafferano 250 dibekali kapasitas 249,7 cc dengan konfigurasi satu silinder DOHC. Tenaga yang dihasilkan berada di kisaran 20,78 hp, dengan torsi sekitar 20,83 Nm. Angka ini sebenarnya cukup besar untuk ukuran skutik.
Saat diajak jalan santai, mesin terasa halus dan tidak meledak-ledak. Tapi begitu gas dibuka lebih dalam, tenaga mulai terasa naik dengan stabil. Karakternya bukan tipe agresif, melainkan lebih ke arah nyaman dan konsisten.
Transmisi CVT yang digunakan membuat pengalaman berkendara jadi lebih praktis. Tidak ada perpindahan gigi yang perlu dipikirkan. Tinggal gas dan jalan, cocok untuk perjalanan jauh tanpa ribet.
Yang menarik, meski mesinnya besar, konsumsi bahan bakarnya masih tergolong masuk akal. Dengan tangki sekitar 12 liter, motor ini bisa diajak jalan jauh tanpa sering mampir ke SPBU.
Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Kalau bicara soal kenyamanan, Zafferano 250 punya banyak nilai plus. Joknya lebar dan cukup empuk, baik untuk pengendara maupun penumpang. Tidak terasa sempit, bahkan untuk perjalanan berjam-jam.
Posisi duduk juga dibuat santai. Kaki bisa selonjoran sedikit ke depan, memberikan posisi berkendara yang lebih rileks. Ini berbeda dengan skutik kecil yang biasanya membuat kaki lebih menekuk.
Bobotnya memang cukup berat, sekitar 155 kg. Tapi justru itu yang membuatnya stabil saat melaju kencang. Di jalan lurus, motor terasa “nempel” ke aspal. Tidak gampang goyang meskipun kena angin.
Windshield besar juga benar-benar terasa manfaatnya. Angin tidak langsung menghantam badan, sehingga berkendara jadi lebih nyaman, terutama di kecepatan tinggi.
Fitur yang Masih Layak Digunakan
Walaupun bukan motor keluaran terbaru, fitur yang dimiliki Zafferano 250 masih cukup bisa diandalkan. Salah satunya adalah sistem pengereman cakram ganda di depan yang memberikan daya henti lebih baik.
Motor ini juga sudah dilengkapi ABS, fitur yang cukup penting untuk keselamatan. Saat pengereman mendadak, roda tidak mudah terkunci, sehingga motor tetap stabil.
Panel instrumen memang belum full digital, tapi masih informatif. Semua data penting seperti kecepatan, bahan bakar, dan indikator lain tetap mudah dibaca.
Selain itu, ada beberapa fitur tambahan yang cukup membantu, seperti ruang penyimpanan luas dan fitur pendukung lainnya untuk kebutuhan harian.
Motor Lama dengan Karakter Kuat
Benelli Zafferano 250 mungkin bukan pilihan utama bagi semua orang. Tapi bagi yang mencari motor dengan karakter berbeda, motor ini punya daya tarik tersendiri.
Ia bukan sekadar alat transportasi, tapi juga kendaraan yang menawarkan pengalaman berkendara yang santai dan nyaman. Cocok untuk yang suka perjalanan jauh atau sekadar ingin tampil beda di jalan.
Memang ada beberapa kekurangan, seperti bobot dan desain yang tidak semua orang suka. Tapi justru itu yang membuatnya unik.
Sekarang, ketika banyak motor terlihat mirip satu sama lain, Zafferano 250 justru terasa punya identitas yang kuat.